Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Ribuan Warga Padati Pembukaan Kepri International Art and Culture 2025
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Rabu, 26 November 2025 08:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Tanjunpinang - Ribuan warga Tanjungpinang memadati halaman Gedung LAM Kepri untuk menyaksikan pembukaan Kepri International Art and Culture 2025, Selasa (25/11/2025). Perhelatan yang berlangsung lima hari, 25-29 November, diawali parade budaya internasional dan penampilan Grup Band Wali.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, Ketua Dekranasda Kepri Dewi Kumalasari, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan, para kepala daerah se-Kepri, Ketua LAM Kepri, serta unsur Forkompimda. Kehadiran para tokoh ini menambah semarak pembukaan festival budaya internasional tersebut.
Festival tahun ini diikuti 10 daerah, yakni Siak, Aceh, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Bali, Riau, Sumatera Selatan, serta tuan rumah Kepulauan Riau. Masing-masing menampilkan ragam seni, pameran, dan pertunjukan budaya.
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menekankan pentingnya Kepri dalam perjalanan sejarah budaya Melayu dan perkembangan bahasa Indonesia.
"Kepri memiliki peran penting dalam sejarah bahasa Melayu yang menjadi dasar utama bahasa Indonesia. Bahasa Melayu berkembang sebagai bahasa perdagangan dan dimartabatkan melalui karya para penulis Penyengat, termasuk Raja Ali Haji," ujar Ansar.
Ia menggarisbawahi kontribusi besar Raja Ali Haji, termasuk penulisan kitab tata bahasa Melayu pada 1856 yang menjadi rujukan penting dalam perkembangan bahasa persuratan dan persastraan hingga lahirnya bahasa persatuan Indonesia pada momentum Sumpah Pemuda.
Ansar juga mengumumkan rencana pembangunan Monumen Bahasa Indonesia setinggi 60 meter di Pulau Penyengat. "Kami berharap monumen ini menjadi ikon budaya nasional dan magnet baru pariwisata Kepri. Pembangunannya ditargetkan pada 2026-2027," katanya.
Ia menyampaikan optimisme terhadap kebangkitan pariwisata daerah. "Semoga berbagai agenda dan promosi mampu mengembalikan Kepri sebagai destinasi unggulan," ucapnya.
Wamen Kebudayaan Giring Ganesha mengapresiasi komitmen Pemerintah Kepri dalam pelestarian budaya serta penguatan ekonomi kreatif.
"Data kami menunjukkan bahwa daerah yang menjaga kebudayaannya dengan baik cenderung mengalami peningkatan ekonomi, pertumbuhan pariwisata, dan tingkat kebahagiaan warganya," kata Giring.
Ia juga mengingatkan kembali kontribusi besar tokoh Melayu seperti Raja Ali Haji, yang turut memengaruhi pemikiran para sastrawan Nusantara, termasuk Buya Hamka.
Giring mengajak generasi muda Kepri untuk memanfaatkan media digital dalam mempromosikan budaya daerah. "Tampilkan keindahan Kepri melalui media sosial. Kita ingin perhelatan ini tidak hanya berlangsung pada 2025, tetapi berkesinambungan hingga ratusan tahun, karena kebudayaan adalah wajah bangsa," ujarnya.
Pembukaan festival berlangsung meriah dan tertib. Di akhir acara, grup band Wali mengajak Wamen Giring, Gubernur Ansar, dan Wakil Gubernur Nyanyang naik ke panggung untuk berkolaborasi, disambut antusias warga.
Dengan dibukanya Kepri International Art and Culture 2025, masyarakat dan wisatawan dapat menikmati rangkaian kegiatan budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Melayu dan Nusantara selama lima hari ke depan.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
