Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Rilis Akhir Tahun 2025, Polda Kepri Catat Penurunan Kriminalitas dan Peningkatan Kinerja Penegakan Hukum

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Rabu, 31 Desember 2025 10:48 WIB
Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, didampingi Wakapolda Brigjen Pol Dr Anom Wibowo, serta para pejabat utama di Mapolda Kepri, saat menggelar Rilis Akhir Tahun 2025, Selasa (30/12/2025). (Foto: Aldy)
Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, didampingi Wakapolda Brigjen Pol Dr Anom Wibowo, serta para pejabat utama di Mapolda Kepri, saat menggelar Rilis Akhir Tahun 2025, Selasa (30/12/2025). (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) menggelar Rilis Akhir Tahun 2025 sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas publik atas pelaksanaan tugas serta capaian kinerja sepanjang tahun.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, didampingi Wakapolda Brigjen Pol Dr Anom Wibowo, serta dihadiri para pejabat utama di Mapolda Kepri, Selasa (30/12/2025).

Rilis akhir tahun ini menjadi ajang evaluasi dan refleksi Polda Kepri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah Kepulauan Riau yang memiliki posisi strategis sebagai daerah perbatasan negara.

Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, menyampaikan bahwa situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Kepri sepanjang 2025 berada dalam kondisi aman dan kondusif. Hal tersebut tercermin dari penurunan jumlah tindak pidana dari 5.294 kasus pada 2024 menjadi 4.603 kasus pada 2025, atau turun sekitar 13 persen.

"Selain itu, tingkat penyelesaian perkara meningkat signifikan dari 41 persen menjadi 69 persen, dengan total 2.791 kasus berhasil dituntaskan," ujar Irjen Pol Asep.

Ia menjelaskan, jumlah pelaku kejahatan juga mengalami penurunan dari 3.829 orang pada 2024 menjadi 3.303 orang di 2025. Kondisi tersebut menunjukkan efektivitas strategi pencegahan, penindakan, dan penegakan hukum yang diterapkan jajaran Polda Kepri.

Di bidang pemberantasan narkotika, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri bersama jajaran berhasil mengungkap 549 perkara dengan total 757 tersangka, terdiri atas 13 warga negara asing dan 744 warga negara Indonesia. Barang bukti yang diamankan meliputi 168,2 kilogram sabu, 78.286 butir ekstasi, serta berbagai jenis narkotika lainnya.

Salah satu kasus menonjol sepanjang 2025 adalah pengungkapan jaringan narkotika internasional di perairan Kabupaten Karimun dengan barang bukti sabu seberat sekitar 104,7 kilogram dan 28 tersangka lintas negara. Capaian tersebut menegaskan peran Kepulauan Riau sebagai garda terdepan dalam pemberantasan peredaran narkoba internasional.

Selain itu, Polda Kepri juga menangani 38 kasus kejahatan terhadap kekayaan negara, menurun dibandingkan 57 kasus pada 2024. Dari jumlah tersebut, 16 perkara berhasil diselesaikan, mencakup kasus illegal logging, illegal fishing, pelanggaran hak kekayaan intelektual, serta 12 perkara tindak pidana korupsi.

"Salah satu perkara yang menjadi perhatian publik adalah pengungkapan kasus revitalisasi Dermaga Batu Ampar dengan nilai kerugian negara mencapai puluhan miliar Rupiah," jelas Kapolda.

Dalam aspek pelayanan publik dan implementasi Polri Presisi, Polda Kepri terus mendorong transformasi digital melalui berbagai inovasi, antara lain Samsat Antar Pulau, Samsat Bergerak, Jempol Sapri, dan Drive Thru Samsat. Berdasarkan hasil survei, tingkat kepuasan masyarakat menunjukkan tren positif, dengan 82,72 persen responden menilai petugas sangat kompeten, 80,25 persen menilai fasilitas memadai, serta 82,72 persen menilai informasi layanan disampaikan secara transparan.

Penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) juga mengalami peningkatan dengan 2.555 pelanggaran tercatat dan total denda mencapai Rp 784 juta. Seiring dengan itu, angka kecelakaan lalu lintas menurun menjadi 1.311 kasus atau turun 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas turun hingga 55 persen menjadi 65 orang. Korban luka berat juga turun 15 persen, dan kerugian materiil berkurang sebesar Rp 2,49 miliar," ungkapnya.

Sepanjang 2025, Polda Kepri turut menorehkan berbagai prestasi dan penghargaan, di antaranya apresiasi internasional dari Maritime Security Command Singapore atas keberhasilan pengungkapan kejahatan lintas negara, serta predikat Badan Publik Informatif sebanyak lima kali berturut-turut dari Komisi Informasi Publik dengan nilai 98,27.

Di bidang pelayanan internal, SPPG Nongsa Batu Besar 3/SPPG Polda Kepri meraih penghargaan sebagai SPPG Terbaik Nasional dari Badan Gizi Nasional, sementara Polda Kepri juga menerima Baznas Award 2025 kategori Instansi Terbaik Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah. Tiga polsek jajaran Polda Kepri turut menyabet Kompolnas Award atas inovasi pelayanan publik.

Selain itu, sejumlah personel Polda Kepri mencatatkan prestasi di tingkat nasional dan internasional, di antaranya Brigpol Almy Hanggara yang meraih Juara I Sprint Race Tour of Kemala 2025 serta Juara III World Police and Fire Games di Amerika Serikat.

Hingga akhir 2025, kekuatan personel Polda Kepri tercatat sebanyak 6.497 anggota. Pembinaan personel dilakukan melalui rekrutmen yang transparan dan pengembangan karier berkelanjutan. Angka pelanggaran disiplin menurun dari 68 kasus pada 2024 menjadi 27 kasus di 2025, sementara pelanggaran kode etik turun dari 95 menjadi 77 kasus.

Di bidang sarana dan prasarana, Polda Kepri memprioritaskan peningkatan fasilitas dan sistem komunikasi digital, termasuk penguatan Rumah Sakit Bhayangkara Batam (RSBB) yang kini beroperasi sebagai Rumah Sakit Polri Tipe C dengan layanan IGD 24 jam, ICU, serta fasilitas operasi modern yang juga melayani masyarakat umum.

Sepanjang tahun, Polda Kepri melaksanakan delapan operasi kepolisian utama, di antaranya Operasi Keselamatan Seligi, Antik Seligi, Ketupat Seligi, Patuh, Pekat I dan II, Zebra, serta Lilin Seligi. Seluruh operasi tersebut berlangsung aman dan efektif dengan dukungan lintas instansi, khususnya dalam pengamanan Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Polda Kepri menyalurkan bantuan senilai Rp 450 juta bagi korban bencana di Aceh dan Sumatera, serta menyiagakan 173 personel Satbrimob lengkap dengan perlengkapan SAR, medis, dan dapur lapangan. Polda Kepri juga aktif mendukung Program Makan Bergizi Gratis melalui 17 dapur MBG di tingkat Polda dan Polres jajaran.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Kepri selaku Ketua Harian Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) menerima buku berjudul Tolak Jadi Korban TPPO dari Ketua JMSI Provinsi Kepri. Buku hasil kolaborasi JMSI dan Polda Kepri tersebut diharapkan dapat memperkuat edukasi publik, khususnya bagi perempuan dan anak, agar lebih waspada terhadap berbagai modus TPPO.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme, dan kepercayaan publik. Polda Kepri akan selalu hadir untuk masyarakat," pungkas Irjen Pol Asep Safrudin.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan