Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Rokok Non Cukai Marak, Aliansi GEBER Kepri Bakal Turunkan 200 Orang Desak Bea Cukai Tanjungpinang Beri Tindakan Tegas

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Minggu, 17 Agustus 2025 18:04 WIB
GEBER Kepri  menggelar aksi di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tanjungpinang pada Senin (25/8/2025) (Foto: Istimewa)
GEBER Kepri menggelar aksi di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tanjungpinang pada Senin (25/8/2025) (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM , Tanjungpinang-Rencana aksi protes terhadap maraknya peredaran rokok non cukai di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kian nyata, sekitar 200 orang yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Bersama (GEBER) Kepri dijadwalkan turun ke jalan dan menggelar aksi di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tanjungpinang pada Senin (25/8/2025).

Desakan ini bermula dari hasil rapat konsolidasi sejumlah LSM, wartawan, mahasiswa, serta tokoh masyarakat di Bundaran Batu 8 Atas, Tanjungpinang, pada 17 Agustus 2025 lalu.

Forum itu menilai aparat penegak hukum tidak kunjung bertindak tegas meski peredaran rokok non cukai kian meluas dan merugikan negara.

Koordinator aksi, Jusri Sabri, menuding lemahnya pengawasan aparat membuka ruang semakin besar bagi pengusaha rokok non cukai untuk beroperasi.

"Rokok non cukai jelas merugikan negara. Tapi aparat terkesan bungkam. Ada dugaan setoran yang membuat mereka diam," tegas Jusri.

Dalam aksinya nanti, aliansi telah menyiapkan spanduk dengan slogan keras, seperti 'Rokok Non Cukai = Merampok Negara' dan 'Cukai Hilang, Rakyat Merugi'.

Selain itu, GEBER Kepri juga akan menyerahkan petisi tuntutan langsung kepada pihak Bea Cukai. Surat pemberitahuan aksi disebut sudah dijadwalkan masuk ke Polresta Tanjungpinang pada 19 Agustus 2025.

Jusri menegaskan gerakan ini bukan sekadar protes seremonial. Bila tuntutan masyarakat tidak ditanggapi, aksi lanjutan dengan skala lebih besar siap digelar.


"Ini bukan demo pencitraan. Ini gerakan rakyat menuntut negara hadir dan membersihkan ruang bagi mafia rokok non cukai," ujarnya.

Fenomena rokok non cukai di Kepri sejatinya bukan hal baru. Namun, minimnya langkah penindakan membuat publik kian curiga adanya kepentingan tersembunyi antara aparat dengan pengusaha nakal.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bea Cukai maupun kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.

Editor: Surya

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan