Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

RSJKO EHD Tanjunguban Edukasi Penguatan Mental Ratusan Siswa SMAN 1 Bintan Utara

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Rabu, 19 November 2025 19:28 WIB
Kegiatan edukasi penguatan mental ratusan siswa SMA Negeri 1 Bintan Utara, Rabu (19/11/2025). (Harjo/BTD)
Kegiatan edukasi penguatan mental ratusan siswa SMA Negeri 1 Bintan Utara, Rabu (19/11/2025). (Harjo/BTD)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban melakukan edukasi penguatan mental ratusan siswa SMA Negeri 1 Bintan Utara, Rabu (19/11/2025).

"Program RSJKO EHD singgah di sekolah, bertujuan untuk memberikan edukasi tentang penguatan mental remaja. Karwna mental remaja sangat penting untuk meningkatkan kesehatan mental siswa," ujar Direktur RSJKO EHD, dr Asep Guntur Sapari.

Selanjutnya Kabid Diklat dan Litbang RSJKO EHD Kepri, Nina Noviana menjelaskan, edukasi dilakukan karena maraknya aksi perundungan atau bullying, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah sehingga menyebabkan depresi, stres, kecemasan dan aksi ekstrem seperti bunuh diri.

"Peran penting orangtua dan pihak sekolah dalam mendukung kesehatan mental siswa, sangat dibutuhkan," katanya.

Salah satunya orang tua diharapkan dapat memperkuat pola asuh, meningkatkan iman dan taqwa anak, serta mengembangkan minat dan bakat anak. Sebaliknya guru dapat melakukan pendekatan terhadap anak-anak, terutama mereka yang terlihat memiliki masalah.

"Setiap manusia diciptakan punya potensi masing-masing, apa pun yang hidup di dunia ada manfaat," tambahnya.

Psikolog Klinis RSJKO EHD Provinsi Kepri, Riska Nova Pratiwi mengatakan banyak faktor yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental, salah satunya perundungan baik di sekolah atau masalah di rumah seperti kurangnya komunikasi antara orangtua dan anak.

Selain itu, konsumsi konten negatif juga dapat mempengaruhi kesehatan mental anak-anak. Tanpandisadari, sudah membuat kesehatan mental terganggu.

"Adanya edukasi penguatan mental remaja, dapat meminimalisir aksi perundungan karena efeknya dapat berdampak luar biasa," harapnya.

Riska mengatakan, jika terjadi perundungan, siswa tidak perlu takut atau khawatir, tapi harus disampaikan ke orang yang tepat agar kesehatan mental tidak terganggu. Jangan berdiam diri, cari guru atau orang yang dipercaya untuk menyampaikan apa yang dirasakan.

"Siswa harus menciptakan hal yang positif bagi diri sendiri dan lingkungan pertemanan. Sehingga dapat menjadi remaja yang berkualitas, produktif, dan memiliki jiwa yang sehat secara fisik dan mental," harapnya.

Editor: Yudha

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan