Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Rumah Sahroni, Uya Kuya dan Eko Patrio Digeruduk Massa, Jadi Sasaran Gelombang Kemarahan Publik
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Minggu, 31 Agustus 2025 08:36 WIB
BATAMTODAY.COM, Jakarta - Rumah mantan Wakil Ketua Komisi III DPR RI sekaligus politikus Partai NasDem, Ahmad Sahroni, di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, digeruduk massa pada Sabtu (30/8/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.
Massa berdatangan menggunakan sepeda motor dan langsung memasuki gang permukiman di Jalan Swasembada Timur XXII, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok. Mereka kemudian menggelar aksi unjuk rasa di depan rumah Ahmad Sahroni.
Massa tampak berkumpul sambil menyuarakan kekesalan mereka terhadap ucapan kontroversial politikus Partai NasDem tersebut. Sementara itu, rumah Ahmad Sahroni terlihat tertutup rapat.
Pagar hitam tinggi di depan rumah dikunci, dan di halaman parkir hanya terlihat satu mobil terparkir. Seorang pria juga tampak berjaga di dalam halaman rumah.
Namun, situasi semakin memanas ketika massa berhasil masuk ke dalam rumah dan menjarah sejumlah barang dari dalam kediaman Ahmad Sahroni.
Barang yang diambil warga di antaranya sertifikat tanah dan SKCK. Selain itu, warga juga mendapat jam mewah Richard Mille dari rumah Sahroni.
Berdasarkan penelusuran di situs resmi Richard Mille, jam mewah itu seharga sekitar Rp 11,7 miliar. Tak cuma jam tangan, warga pun berhasil mendapat piano besar dari rumah Sahroni.
Tidak diketahui merek piano tersebut, namun berdasarkan penelusuran di e-commerce, piano dengan bentuk serupa dari berbagai merek dihargai di kisaran Rp 20 juta.
Action figure Iron Man seukuran manusia juga ikut dijarah. Dari hasil penelusuran di berbagai e-commerce, action figure tersebut dihargai di kisaran Rp 100 juta ke atas.
Massa juga berhasil mendapat tas mewah dari rumah Sahroni. Terlihat ada yang membawa dua tas Louis Vuitton. Dua tas itu adalah Louis Vuitton Monogram Vernis Brea MM dan Luis Vuitton Damier Ebbene Bergamo MM.
Tas Louis Vuitton Monogram Vernis Brea MM sudah tidak dijual lagi. Namun, untuk harga second mulai di kisaran Rp 7 juta.
Sementara Luis Vuitton Damier Ebbene Bergamo MM juga sudah tidak dijual lagi di pasaran, namun tas second-nya dihargai di kisaran Rp 10 juta.
Massa juga menghancurkan sejumlah mobil mewah milik Sahroni antara lain Salah satu mobil mewah yang jadi korban amukan masyarakat ini, adalah Lexus RZ seharga Rp 2,2 miliar .
Model mewah asal Jepang ini, hancur di hampir seluruh bagian, terutama di buritan, mulai dari kaca hingga lampu.
Mobil yang terparkir lainnya milik Ahmad Sahroni juga dirusak hingga tidak berbentuk lagi.
Selain itu, massa jugamenghacurkan dua rumah Sahroni dan menjarah uang dalam bentuk dollar AS dan rupiah. Massa kemudian menghaburkan uang tersebut, hingga menajdi rebutan masyarakat.
Uya Kuya dan Eko Patrio
Gelombang kemarahan publik terhadap anggota DPR terus berlanjut. Setelah kediaman Ahmad Sahroni dan Eko Patrio diterjang massa, kini giliran rumah anggota DPR Komisi IX, Surya Utama alias Uya Kuya, di Pondok Bambu, Jakarta Timur, yang digeruduk dan dijarah pada Sabtu malam (30/8/2025).
Belum genap satu malam setelah insiden sebelumnya, rekaman video menunjukkan massa berhasil menjebol pagar rumah Uya, masuk dan menjarah barang-barang pribadi.
Berdasarkan laporan, kaca rumah pecah berserakan, dan perabotan hingga foto keluarga tampak diacak-acak.
Bahkan, menurut pengakuan Uya kepada media, kucing peliharaannya pun turut diambil oleh massa.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, membenarkan insiden ini, namun menyebut situasi telah kembali terkendali dengan pengerahan gabungan Polri dan TNI-AD.
Sampai saat ini, belum ada daftar lengkap barang apa saja yang hilang atau rusak.
Dikutip dari berbagai sumber, Uya Kuya kemudian menyampaikan pernyataan yang nyaris memilukan:
"Iya, intinya aku ikhlas saja… cuma yang sedih, kucing-kucing mahluk hidup juga dijarah," paparnya.
Tak cuma berkata maaf, Uya juga mengunggah video permintaan maaf di media sosial, memohon agar publik melihat sisi manusianya.
Namun, sejumlah netizen merespons dengan sinis, menyindir bahwa maaf dan permintaan maaf latar sosial media 'tak menyentuh' hati rakyat yang tengah menjerit karena kondisi ekonomi sulit.
Selain rumah Uya Kuya, kediaman anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, turut dijarah oleh massa pada Sabtu (30/8/2025) malam.
Sebagaimana Uya Kuya, Eko Patrio juga membuat vidio permintaan maaf kepada publik didampingi anggota DPR Pasha Ungu. Dengan dana mewek, Eko Patrio meminta maaf, berjanji menjaga perkataan dan memperbaiki kinerjanya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, massa sudah berada di Jalan Denpasar sejak pukul 20.00 WIB, namun sempat menunggu di pinggir jalan.
Saat kerumunan semakin ramai, massa memaksa satpam perumahan untuk membuka portal yang sebelumnya tertutup rapat. Satpam tak berkutik saat massa membuka portal secara paksa.
Begitu tiba di kediaman Eko Patrio, massa meminta agar tidak ada yang merekam, termasuk awak media. Aksi mereka sempat tertahan oleh personel TNI dari Kodam Jaya yang berjaga di depan rumah, namun upaya persuasif itu tidak diindahkan.
Massa kemudian memaksa pagar besi terbuka lebar dan berbondong-bondong masuk ke pekarangan rumah. Kaca rumah juga menjadi sasaran amukan massa.
Tak lama setelah itu, sejumlah massa keluar membawa barang berharga dari dalam rumah, mulai dari sepeda lipat, TV LED, tas peralatan dapur, hingga barang-barang lainnya. Massa yang telah membawa barang kemudian mengajak massa yang berada di luar untuk ikut masuk.
"Masuk, masuk, masuk. Ambil semua, ini punya rakyat," teriak mereka.
Peristiwa tersebut menjadi simbol nyata frustrasi publik hingga merambah bahkan ruang privat para legislator.
Rumah yang biasanya tempat perlindungan kini menjadi sasaran simbolik kemarahan menandai puncak ketidakpuasan rakyat.
Editor: Surya
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
