Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Rumah Warga Batu Merah Terendam Akibat Pembangunan Pagar di Lahan Eks Polindes

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Jumat, 14 November 2025 14:48 WIB
Rumah wars di Batu Merah, Batam terendam genangan air pembangynan di lahan eks Polindes (Foto: Aldy Daeng)
Rumah wars di Batu Merah, Batam terendam genangan air pembangynan di lahan eks Polindes (Foto: Aldy Daeng)

BATAMTODAY.COM, Batam-Warga RT 23 RW 07 Kelurahan Batu Merah kembali dibuat resah. Hujan singkat 15-30 menit saja sudah cukup membuat air meluap dan masuk ke rumah-rumah warga.

Mereka menuding pembangunan pagar beton dan penyempitan saluran air di lahan eks-Polindes sebagai penyebab banjir yang belakangan makin sering terjadi.

Lahan kosong yang dulunya berdiri bangunan polindes tersebut kini dimanfaatkan oleh pihak yang diduga perusahaan. Belum jelas perusahaan apa yang menggunakan lahan itu. Namun, warga melihat alat-alat berat milik PT McDermott berada di lokasi tersebut.

Gabe, warga RT 23 RW 07, menuturkan, dimasa masih menjadi polindes, tak ada pagar pembatas antara bangunan dan permukiman.

Saluran air pun masih besar sehingga aliran air hujan mengarah dengan lancar ke laut, Batu Merah adalah kampung yang langsung berhadapan dengan bibir pantai.

Namun setelah lahan itu dimanfaatkan dan pagar beton dibangun, warga menilai perusahaan menutup saluran air yang sebelumnya lebar.

Perusahaan memang membuat saluran baru, akan tetapi ukurannya jauh lebih kecil. Akibatnya, saat hujan turun sebentar saja, air meluap ke lingkungan dan merendam rumah warga.

"Dulu itu lahan kosong, sekarang penuh alat berat PT McDermott. Kami tidak tahu siapa yang menyewakan atau memberikan izin. Yang kami paham, dulu di situ Polindes, berarti milik Pemko Batam," ungkap Gabe, Jumat (14/11/2025).

Gabe menyebut warga tidak pernah dilibatkan mengenai aktivitas penggunaan lahan tersebut. Ia mengaku kesal karena setiap hujan, rumahnya ikut terendam. "Hujan sebentar saja, air sudah masuk ke rumah" ujarnya.

Ia pun meminta Pemko dan BP Batam turun tangan memastikan kegiatan perusahaan di sekitar permukiman tidak merugikan warga.

"Kami ingin tahu, itu lahan siapa sebenarnya? Dulunya polindes, sekarang dipakai perusahaan swasta. Apakah lahan itu disewakan pemerintah atau bagaimana? Kami berhak tahu," tegas Gabe.

Warga berharap, kata Gabe, pemerintah segera mengecek pembangunan pagar, memastikan saluran air dikembalikan sesuai kapasitas asal, dan memberikan kejelasan tentang status lahan eks Polindes tersebut.

"Banjir akibat salah kelola drainase tak boleh terus dibiarkan. Kami juga pingin tahu, kenapa alat berat dilahan itu, itukan dulu Polindes," kata Gabe.

Editor: Surya

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan