Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Sekda Masih Mendata Apakah Ada PNS Koruptor di Pemkab Lingga

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Selasa, 18 September 2018 14:40 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga, Juramadi Esram. (Foto: Dok Batamtoday.com)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga, Juramadi Esram. (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Daiklingga - Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI beberapa waktu lalu mengungkap data mencengangkan mengenai jumlah koruptor yang masih berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Menurut BKN, ada 2.357 koruptor masih berstatus sebagai PNS yang masih menerima gaji. Dengan rincian PNS koruptor yang masih bekerja di pemkab/pemkot berjumlah 1.917 orang. Sisanya, sebanyak 342 orang di pemprov dan 98 orang di level pusat.

Nah, untuk di Kabupaten Lingga sendiri, ada sejumlah PNS koruptor yang kemungkinan masuk dalam daftar tersebut. Namun tidak diketahui jumlahnya.

Sebab dalam rilis BKN, di Kepulauan Riau (Kepri) sendiri ada 27 PNS koruptor. 4 diantaranya merupakan PNS yang bertugas di pemprov sementara 23 lagi tersebar di kabupaten/kota di Kepri.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lingga, Juramadi Esram saat dikonfirmasi BATAMTODAY.COM terkait ASN koruptor di Kabupaten Lingga mengatakan masih akan melakukan pendataan kembali.

"Jumlahnya belum, karena akan kita data lagi dan kita rapatkan," ujarnya saat dihubungi melalui pesan singkat Whatsapp, Selasa (18/9/2018).

Sebelumnya Bupati Lingga Alias Wello pada 30 September 2016 lalu diketahui pernah melantik dua pejabatnya yang tersandung kasus korupsi. Pejabat ini diangkat untuk mengisi jabatan startegis di pemerintahan.

Alias Wello pada waktu itu menilai pengangkatan dua mantan narapidana korupsi tersebut sebagai ajang promosi dan kriteria kinerja. Karena ia mengaku tidak melihat masa lalu seseorang tapi melihat bagaimana seseorang di masa sekarang.

Saat ini juga, satu dari dua PNS koruptor yang diangkatnya sudah pensiun. Satunya lagi belum.

Editor: Yudha

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan