Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Selain Promosi Wisata, Kemenpar Dorong Pemda Bintan Bangun Narasi Edukatif di Setiap Destinasi
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Sabtu, 3 Januari 2026 09:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Bintan - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bintan untuk tidak hanya fokus pada promosi wisata, tetapi juga membangun narasi edukatif di setiap destinasi guna meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar RI, Dedi Ahmad Kurnia, mengatakan destinasi wisata di Bintan sejatinya telah memiliki daya tarik yang beragam, mulai dari infrastruktur, seni budaya, hingga kekayaan kuliner. Namun, penguatan informasi yang bersifat edukatif dinilai masih perlu ditingkatkan.
"Destinasi wisata di Bintan sudah menarik. Akan tetapi, wisatawan akan lebih tertarik jika tersedia narasi yang memberikan pengetahuan baru. Ini menjadi nilai tambah bagi wisatawan," ujar Dedi di sela kegiatan Pesta Gonggong di kawasan Gurun Telaga Biru, Desa Busung, Kamis (1/1/2026).
Menurut Dedi, sejumlah titik destinasi wisata di Bintan sebenarnya telah siap dari sisi fisik dan atraksi. Potensi tersebut dapat dimaksimalkan melalui penyediaan konten informatif yang mengedukasi wisatawan, baik melalui papan informasi di lokasi wisata maupun melalui promosi digital.
Ia mencontohkan Pesta Gonggong yang baru diketahuinya secara langsung setelah berkunjung ke lokasi. Hal ini menunjukkan masih terbatasnya informasi yang diterima calon wisatawan sebelum datang ke Bintan.
"Jika wisatawan belum pernah datang, berarti mereka belum memperoleh informasi yang lengkap. Padahal, apabila informasi tersebut disampaikan secara jelas melalui media sosial atau kanal promosi lainnya, minat wisatawan untuk berkunjung tentu akan meningkat," jelasnya.
Dedi juga mendorong Pemda Bintan dan para pengelola wisata di Kepulauan Riau untuk menerapkan strategi promosi yang lebih profesional, dengan menonjolkan konten yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat edukasi. "Contohnya, proses pengolahan gonggong sebelum disajikan. Mulai dari cara penangkapan hingga pengolahannya. Konten seperti ini memberikan tantangan tersendiri dan pengalaman baru bagi wisatawan," tambahnya.
Lebih lanjut, Dedi mengapresiasi keseriusan pemerintah daerah dan pengelola wisata di Kepri yang selama ini telah memberikan sambutan hangat kepada wisatawan melalui penyajian seni budaya serta kuliner khas daerah sebagai bentuk penghargaan kepada para tamu.
Dengan posisi Kepulauan Riau sebagai destinasi wisata peringkat ketiga nasional setelah Bali dan Jakarta, ia menilai pengemasan destinasi harus dilakukan secara lebih matang agar tidak hanya memberi kesan positif, tetapi juga memperkaya wawasan wisatawan.
"Wisatawan biasanya akan mencari dan menggali informasi sebelum menentukan tujuan perjalanan. Karena itu, rujukan informasi dari berbagai kanal, termasuk digital, sangat penting," tutup Dedi.
Ia menegaskan, di era arus informasi langsung dan digital saat ini, peran media, khususnya media sosial, perlu dimaksimalkan untuk mendukung promosi pariwisata yang berkelanjutan.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
