Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Seminar Hakordia 2025 di UIB, Kejari Batam Tegaskan Tak Ada Kompromi terhadap Korupsi

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Selasa, 9 Desember 2025 15:48 WIB
Kejari Batam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 dengan menggelar seminar bertema "Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat" di Universitas Internasional Batam (UIB), Senin (8/12/2025). (Foto: Paskalis RH)
Kejari Batam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 dengan menggelar seminar bertema "Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat" di Universitas Internasional Batam (UIB), Senin (8/12/2025). (Foto: Paskalis RH)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam menggelar seminar antikorupsi di Universitas Internasional Batam (UIB) sebagai rangkaian peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025.

Seminar bertema "Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat" tersebut menghadirkan Kepala Kejari Batam, I Wayan Wiradarma, serta dosen Hukum Pidana UIB, Tantimin, sebagai narasumber dan diikuti ratusan mahasiswa.

Sebelum kegiatan seminar, Kejari Batam membagikan kaos dan stiker antikorupsi kepada masyarakat. "Kami ingin pesan antikorupsi menjangkau semua lapisan, tidak hanya peserta seminar," ujar Wayan.

Dalam pemaparannya, Wayan menegaskan bahwa Kejaksaan tengah menjalankan instruksi Presiden untuk memperkuat pemberantasan korupsi pada sektor-sektor vital negara. "Instruksi Presiden jelas, perangi korupsi di seluruh sektor tanpa pengecualian," tegasnya.

Ia menambahkan, Kejaksaan diminta bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang merampas hak publik. "Jika ada yang mengambil hak rakyat, kami tidak ragu bertindak. Tidak ada kompromi," ujarnya.

Wayan menyebut sektor pangan, energi, air, dan pertambangan kini menjadi fokus penertiban karena berdampak langsung pada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan antikorupsi sejak dini.

"Kebiasaan kecil membentuk karakter besar. Jika sejak sekolah dasar anak-anak terbiasa jujur, mereka akan tumbuh sebagai pribadi berintegritas," lanjutnya.

Menurut Wayan, praktik korupsi umumnya muncul dari kombinasi faktor internal dan eksternal, mulai dari keserakahan hingga tekanan sosial. Dosen UIB, Tantimin, menguatkan pernyataan tersebut. "Korupsi selalu berkaitan dengan karakter. Pendidikan hukum saja tidak cukup, pendidikan moral harus berjalan bersamaan," kata Tantimin.

Wayan turut memaparkan sejumlah perkara besar yang ditangani Kejaksaan RI, antara lain kasus Waseraya (Rp 16,8 triliun), AS Habri (Rp 22,7 triliun), impor beras (Rp 23,6 triliun), dan Buka Palma (Rp 78,7 triliun). "Ini bukan sekadar angka triliunan. Itu adalah hak publik yang disabot oleh oknum tertentu," ujarnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya kepercayaan publik terhadap Kejaksaan, dari 73 persen pada 2022 menjadi 85 persen pada 2025. "Kepercayaan publik adalah modal, sekaligus tanggung jawab besar bagi kami," katanya.

Wayan mengonfirmasi bahwa jumlah perkara korupsi di Batam terus meningkat. "Kami sedang menangani enam perkara. Dua sudah P21, sisanya memasuki tahap akhir penyidikan," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Kejari Batam menerapkan disiplin internal yang ketat. "Siapa pun di jajaran kami yang melakukan tindakan tercela akan langsung diproses," tegasnya.

Tantimin menyampaikan apresiasi atas komitmen Kejari Batam dalam menjaga integritas penegakan hukum. "Butuh keberanian dan konsistensi untuk menjaga integritas aparat. Itu yang kami lihat hari ini," ujarnya.

Menutup sesi, Wayan mengingatkan mahasiswa bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi membutuhkan peran generasi muda. "Jika generasi muda permisif, korupsi akan terus tumbuh. Kalian adalah benteng terakhir integritas negara," tegasnya.

Tantimin menambahkan agar mahasiswa memulai gerakan antikorupsi dari lingkungan kampus. "Menolak kecurangan adalah langkah awal menjaga republik tetap waras," pungkasnya.

Seminar ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan