Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Status Keamanan WNI di Iran Siaga 1, Pemerintah Indonesia Siapkan Evakuasi
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Sabtu, 21 Juni 2025 13:48 WIB
BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menyusul memburuknya kondisi keamanan di Iran akibat serangan militer dari Israel, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menetapkan status pelindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran naik menjadi Siaga 1.
Langkah ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono, di sela-sela kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Rusia pada 19 Juni 2025.
"Saya telah memutuskan untuk meningkatkan level kesiagaan di Kedutaan Besar RI di Tehran dari Siaga 2 ke Siaga 1, dan memulai pelaksanaan langkah-langkah kontingensi evakuasi WNI," ujar Menlu Sugiono, demikian dikutip laman Kemlu.
Menlu menambahkan, Pemerintah Indonesia juga sudah menjalin komunikasi dengan negara-negara tetangga Iran untuk meminta kemudahan akses lintas perbatasan bagi WNI apabila evakuasi diperlukan secara mendesak.
Dalam pernyataan terpisah, Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, menyampaikan bahwa KBRI Tehran telah menggelar town hall meeting dengan para WNI guna memberikan informasi terbaru terkait situasi keamanan serta skenario evakuasi yang tengah disiapkan.
Saat ini terdapat 386 WNI di Iran, dan proses pendataan terhadap mereka yang ingin dievakuasi secara sukarela telah dilakukan. Evakuasi bersifat voluntary atau berdasarkan keinginan masing-masing WNI, bukan keharusan (mandatory).
"Kami telah menyusun berbagai langkah kontingensi, termasuk jalur evakuasi, dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan WNI," ujar Judha.
Sementara itu, untuk 194 WNI yang berada di Israel, KBRI Amman juga telah memiliki rencana evakuasi dan saat ini telah menerima permintaan evakuasi dari 11 orang WNI. Status Siaga 1 untuk wilayah Israel dan Palestina telah diberlakukan oleh KBRI Amman sejak tahun 2023.
Pemerintah RI menghimbau seluruh WNI yang berada di Iran dan Israel untuk terus meningkatkan kewaspadaan, menghindari kegiatan non-esensial, serta mematuhi seluruh arahan dan panduan evakuasi yang diberikan KBRI setempat.
Selain itu, Kemlu juga menyarankan agar WNI menunda perjalanan ke wilayah rawan konflik, termasuk Iran, Israel, Lebanon, Suriah, dan Yaman. Bagi WNI yang akan melakukan perjalanan udara melintasi kawasan Timur Tengah, diimbau untuk secara rutin memantau informasi maskapai terkait potensi penutupan wilayah udara yang dapat memengaruhi jadwal penerbangan.
Menlu RI juga menyampaikan bahwa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dijadwalkan menggelar konferensi darurat di Istanbul pada 21 Juni 2025 untuk membahas eskalasi situasi keamanan terbaru di kawasan.
Langkah-langkah ini menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Indonesia dalam memastikan keselamatan dan pelindungan WNI di luar negeri di tengah situasi geopolitik yang terus berkembang.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
