Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Tokoh Adat Bintan Apresiasi Polri Mampu Redam Unjuk Rasa pada Akhir Agustus 2025
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Kamis, 18 September 2025 15:48 WIB
BATAMTODAY.COM, Bintan - Tokoh adat Melayu Bintan, Musaffa Abas, memberikan apresiasi kepada Polri atas langkah tegas dan dewasa dalam menangani aksi unjuk rasa yang terjadi pada akhir Agustus 2025. Meski sempat terjadi gesekan antara massa dan aparat, Polri dinilai mampu meredam situasi hingga tidak meluas.
Menurut Musaffa, yang juga mantan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Bintan, aksi tersebut pada dasarnya merupakan bentuk kecintaan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menilai, massa yang terdiri dari masyarakat umum, mahasiswa, pengemudi ojek online, hingga pelajar, murni ingin menyampaikan aspirasi.
"Aksi unjuk rasa yang berlangsung di berbagai daerah pada akhir Agustus 2025 murni untuk menyuarakan aspirasi bangsa. Jangan sampai kita terpecah belah oleh pihak yang ingin memanfaatkan momentum itu untuk kepentingan sempit," ujar Musaffa, Kamis (18/9/2025).
Namun, Musaffa menyesalkan adanya oknum yang diduga menyusupi aksi sehingga menimbulkan kericuhan. Meski demikian, ia menilai Polri berhasil menjaga kondusivitas dengan langkah persuasif dan konsolidatif.
"Di sini kita lihat Polri mampu menunjukkan ketegasan sekaligus kedewasaan dalam menangani situasi di lapangan. Bahkan pascaaksi, Polri juga melakukan pemulihan dan konsolidasi bersama berbagai elemen masyarakat sehingga kondisi kembali kondusif," jelasnya.
Lebih jauh, Musaffa meminta Kapolri mengusut tuntas pihak-pihak yang terbukti menunggangi unjuk rasa untuk memperkeruh keadaan. Ia menegaskan, ketenangan bangsa tidak boleh diganggu oleh kelompok yang ingin memecah belah persatuan.
"Ke depan, kami berharap Polri tetap semakin profesional, semakin jaya, dan semakin dicintai rakyat. Mari kita jaga Indonesia ini bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk anak cucu kita. Kita harus bersatu sebagai sesama anak bangsa," tegas Musaffa.
Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, pemuda, hingga organisasi kemasyarakatan, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan mempererat persaudaraan.
"Aspirasi rakyat harus terus diperjuangkan dengan cara damai dan bermartabat. Menyampaikan aspirasi merupakan hak warga negara, namun harus ditempatkan dalam koridor hukum dan etika tanpa merusak persatuan bangsa," pungkas Musaffa.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
