Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Tumpukan Sampah Pasca-Nataru Dikeluhkan Warga Batam, Pengangkutan Dinilai Lamban
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Senin, 5 Januari 2026 13:08 WIB
BATAMTODAY.COM, Batam - Lonjakan volume sampah selama dan setelah libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) mulai memicu keluhan warga di sejumlah kawasan permukiman di Kota Batam. Tumpukan sampah dilaporkan menggunung, menebarkan bau menyengat, serta berpotensi mengganggu kesehatan lingkungan pada awal tahun 2026.
Di Perumahan Botania 1, Kecamatan Batam Kota, warga mengeluhkan lambannya pengangkutan sampah rumah tangga yang disebut telah berlangsung lebih dari sepekan. Salah seorang warga, Nur, mengatakan bau tak sedap dari tumpukan sampah kini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
"Namanya sampah dapur, isinya sisa makanan dan ikan. Baunya sudah sangat mengganggu," ujar Nur, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, sampah yang menumpuk didominasi limbah dapur, termasuk sisa makanan dan hasil kegiatan warga saat perayaan Tahun Baru. Kondisi tersebut semakin parah karena sampah dibiarkan terlalu lama tanpa pengangkutan.
"Itu sampah sisa bakar-bakaran ikan dan ayam waktu Tahun Baru. Kalau sudah lebih seminggu tidak diangkut, baunya memang luar biasa," katanya.
Nur menyebutkan, pengangkutan sampah terakhir dilakukan pada 26 Desember 2025 atau sebelum puncak libur Nataru. Hingga awal Januari 2026, warga belum melihat kembali aktivitas pengangkutan di kawasan tersebut.
Keluhan serupa juga disampaikan warga Perumahan Putra Kelana Jaya (PKJ), Kecamatan Bengkong. Di kawasan ini, sampah dilaporkan tidak diangkut selama lebih dari dua pekan, menyebabkan tempat pembuangan sementara penuh, meluap, bahkan berserakan di lingkungan perumahan.
"Hampir semua tong sampah sudah penuh. Ada yang sampai meluber dan berserakan, tapi belum terlihat petugas kebersihan datang," ujar Nurhalimah, warga PKJ Bengkong, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut terjadi bertepatan dengan masa libur panjang Nataru, ketika aktivitas warga di rumah meningkat sehingga volume sampah dapur ikut melonjak. "Warga banyak beraktivitas di rumah selama libur, otomatis sampah dapur jadi lebih banyak," ujarnya.
Nurhalimah menambahkan, pengangkutan sampah terakhir dilakukan sebelum libur Natal. Setelah itu, pengangkutan seolah terhenti tanpa ada penjelasan kepada warga.
"Semua tong sudah penuh, sebagian sampah terpaksa kami pindahkan ke karung karena tidak muat lagi," keluhnya.
Jenis sampah di kawasan PKJ Bengkong, sama seperti di Botania 1, didominasi limbah dapur, sisa makanan, serta ikan yang kini mulai membusuk dan menebarkan bau tidak sedap.
Kondisi ini memunculkan sorotan warga terhadap kesiapan dan manajemen pengelolaan sampah Pemerintah Kota Batam dalam menghadapi lonjakan rutin tahunan, khususnya pada momen libur panjang seperti Nataru. Warga menilai, peningkatan volume sampah seharusnya dapat diantisipasi sejak awal agar tidak menimbulkan gangguan lingkungan.
"Paling tidak ada informasi atau solusi dari pemerintah. Kalau ada hari besar, kejadian seperti ini sering terulang," ujar Nur, diamini warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Batam belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan pengangkutan sampah di sejumlah kawasan perumahan tersebut.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
