Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Wan Zuhendra Pesankan Generasi Muda di Anambas Jangan Melupakan Sejarah

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Jumat, 15 Februari 2019 09:04 WIB
Wan Zuhendra dampingi Wan Tarhusin menceritakan kedatangan Opu Tandru Daeng Rilaka ke Riau. (Foto: Fredy Silalahi)
Wan Zuhendra dampingi Wan Tarhusin menceritakan kedatangan Opu Tandru Daeng Rilaka ke Riau. (Foto: Fredy Silalahi)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar bedah buku 'Kedatangan Opu Tandru Daeng Rilaka ke Riau bersama H Wan Tarhusin dan Irwan Djamaluddin, dalam rangka memperingati 3 tahun Kepemimpinan Abdul Haris dan Wan Zuhendra di gedung Serbaguna Tebang Kecamatan Palmatak, Kamis (14/2/2019).

Bedah buku ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra, yang dihadiri oleh anggota DPRD Provinsi Kepri, DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, FKPD Kepulauan Anambas, perwakilan dari Kemenag, Ketua GOW, beberapa OPD, Camat dan Kepala Desa Palmatak dan Siantan Tengah serta perwakilan dari pelajar tingkat SLTP dan SLTA se-Kecamatan Palmatak.

Sekilas buku ini menceritakan tentang perjalanan Opu Tandru Daeng Rilaka beserta Putra dan Putrinya yang datang dari Negeri Luwuk (Bugis) menuju ke Riau dan bagaimana Kerajaan Riau pada masa lalu yang masih menyatu dengan beberapa negeri seperti Lingga, Riau Johor dan Pahang yang merupakan satu rumpun Melayu yang pernah hidup bersama Puak Melayu dan Bugis.

Wakil Bupati dalam sambutan mengatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dan menghargai sejarah. "Mudah-mudahan melalui bedah buku ini mampu mentransformasi nilai sejarah," kata Wan Zuhendra.

Sasaran utama pada acara bedah buku ini adalah generasi muda karena sangat rentan sekali terhadap pengaruh budaya asing yang nilai moralnya sangat jauh dari Budaya Melayu dan juga untuk mengenalkan generasi muda kepada sejarah Melayu yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas.

"Khususnya kepada generasi muda, ayo lestarikan budaya kita. Jangan sampai meninggal budaya dan jangan melupakan sejarah," pesannya.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan