Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Warga Batu Merah Pertanyakan Status Lahan Eks Polindes, Disewakan ke Swasta atau Dijual?

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Sabtu, 15 November 2025 10:48 WIB
Pagar beton di lahan eks Polindes Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, membuat saluran air menyempit hingga mengakibatkan rumah warga kebanjiran. (Foto: Aldy)
Pagar beton di lahan eks Polindes Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, membuat saluran air menyempit hingga mengakibatkan rumah warga kebanjiran. (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Lahan bekas bangunan Poliklinik Desa (Polindes) di Batu Merah kini menjadi sorotan warga. Area yang dahulu terbuka dan memiliki saluran pembuangan air berukuran besar itu sekarang dimanfaatkan pihak yang diduga perusahaan swasta.

Di lokasi tersebut, warga melihat keberadaan alat berat yang disebut milik PT McDermott, meski belum jelas instansi atau pihak mana yang memberikan izin pemanfaatan lahan itu.

Gabe, warga RT 23 RW 07, mengungkapkan bahwa ketika lahan tersebut masih berfungsi sebagai Polindes, tidak ada pagar pembatas dan saluran air mengalir lancar langsung ke arah laut. Namun kondisi berubah setelah pagar beton dibangun dan saluran utama ditutup serta diganti dengan drainase baru berukuran lebih kecil.

Menurutnya, perubahan itu membuat aliran air tidak lagi tertampung dengan baik. "Hujan sebentar saja sudah meluap. Air langsung masuk ke rumah," ujar Gabe, Jumat (14/11/2025).

Gabe menegaskan warga tidak pernah diajak berdiskusi mengenai penggunaan lahan eks-Polindes tersebut. Ia mempertanyakan dasar pemanfaatannya oleh pihak swasta, mengingat lokasi itu dulunya merupakan fasilitas milik Pemerintah Kota Batam.

"Dulu itu Polindes, berarti milik Pemko. Sekarang penuh alat berat PT McDermott. Kami tidak tahu siapa yang menyewakan atau memberi izin. Kami berhak tahu," ucapnya.

Ia meminta Pemko Batam dan BP Batam turun tangan memastikan aktivitas perusahaan tidak merugikan warga sekitar. Selain kejelasan status lahan, warga juga mendesak pemerintah memeriksa pembangunan pagar serta memulihkan kapasitas saluran air seperti semula agar banjir tidak terus berulang.

"Banjir akibat salah kelola drainase tidak boleh dibiarkan. Kami juga ingin tahu kenapa ada alat berat di lahan itu, padahal dulu Polindes," kata Gabe.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan