Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Warga Dusun 3 Desa Tanjung Kelit Keluhkan Pembangunan Pelantar Pelabuhan di Kampungnya

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Senin, 9 September 2019 14:28 WIB
Penampakan pelantar yang diprotes warga karena diduga tidak sesuai spesifikasi. (Foto: Bayu)
Penampakan pelantar yang diprotes warga karena diduga tidak sesuai spesifikasi. (Foto: Bayu)

BATAMTODAY.COM, Lingga - Sejumlah warga yang berada di Dusun 3 Air Batu Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Bakung Serumpun Kabupaten Lingga mengeluhkan pembangunan pelantar di kampung mereka. Pasalnya, karena diduga tidak sesuai dengan spek dan mata anggaran yang ada. Mereka juga menilai item bangunan yang dibangun oleh desa itu hanya sembarangan.

"Kita mengajukan kemarin pembangunan pelantar pelabuhan ini sepanjang 105 meter sekian. Tapi yang ada cuma 75 meter," kata salah seorang warga yang tidak mau ditulis namanya, kepada BATAMTODAY, Senin (9/9/2019)

Bahkan ia mengaku, bangunan ini tidak terlihat layak. Biasanya bangunan seperti pelabuhan atau pelantar harus meletakkan balok samping untuk menambah ketahanan. Namun yang ada hanya kayu biasa. Ia juga mengeluh karena desa tidak pernah melibatkan warga di kampung untuk bekerja.

"Kami warga kampung tidak dilibatkan bekerja. Malahan orang luar yang kerja," tuturnya

Desa Tanjung Kelit sendiri menganggarkan pembangunan pelantar di Dusun 3 Air Batu sebesar Rp137 juta dengan panjang 75 meter dan lebar 1,65 meter. Anggaran pembangunan berasal dari Dana Desa (DD) 2019 tahap kedua sesuai papan plang kegiatan.

Anehnya, dalam masa pembangunan, pihak desa tidak menampilkan detail plang kegiatan terkait berapa lama pekerjaan selesai. Plang juga terlihat seperti abal-abal.

"Ini plang kegiatan kami minta secara paksa. Kalau tidak diminta, tidak ada plang pembangunan," ujar warga tadi

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Tanjung Kelit, Rasol, saat dihubungi, mengaku bahwa pembangunan pelantar di Dusun 3 memang terjadi sedikit kesalahan. Namun pembangunan ini dilakukan sesuai dengan jumlah anggaran yang digunakan.

"Terkait papan plang memang kami akui ada sedikit kesilapan. Untuk pembangunannnya kita lakukan sesuai dengan anggaran yang dipakai. Sisanya nanti masuk Silpa," kata Sekdes Tanjung Kelit

Menurutnya permasalahan pembangunan pelantar di Dusun 3 tidak pernah disampaikan dusun setempat. Tapi dirinya akan mencoba menjawab semua keluhan yang disampaikan oleh warganya.

Editor: Dardani

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan