Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Warga Pertanyakan Status Tower Telekomunikasi Terbengkalai di Desa Lancang Kuning Bintan, Dianggap Berbahaya

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Rabu, 26 November 2025 15:08 WIB
Tower telekomunikasi terbengkalai di RT 02/RW 02, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, membuat warga resah. (Foto: Harjo)
Tower telekomunikasi terbengkalai di RT 02/RW 02, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, membuat warga resah. (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Sebuah tower telekomunikasi yang berdiri puluhan tahun di RT 02/RW 02, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, kini dipertanyakan keberadaannya.

Warga menilai tower yang dahulu diketahui milik operator Indosat itu telah terbengkalai sekitar lima tahun terakhir dan memicu keresahan karena dianggap membahayakan keselamatan.

Riduan, warga Bukit Senyum, mengungkapkan bahwa tower tersebut awalnya merupakan fasilitas operator seluler. Namun sejak tidak lagi berfungsi tower tersebut justru menjadi sumber ancaman bagi masyarakat di sekitarnya.

"Tower ini dulu diketahui milik Indosat, tapi sudah lima tahun lebih tidak beroperasi. Sekarang malah meresahkan dan membahayakan. Peralatan elektronik di rumah warga pun sering tersambar petir," ujarnya, Rabu (26/11/2025).

Keluhan terkait tower tersebut telah lama disuarakan warga. Selain tidak lagi berfungsi, berbagai fasilitas pendukungnya juga diketahui sudah hilang, mulai dari kabel hingga komponen teknis lainnya. Kondisi itu membuat tower tampak tidak terurus dan semakin mengkhawatirkan.

Warga pun kesulitan mencari pihak yang bertanggung jawab. Menurut Riduan, baik ketua RT maupun ketua RW tidak mengetahui siapa pemilik tower maupun lahan tempat bangunan itu berdiri. Akibatnya, warga yang terdampak tidak tahu harus melaporkan masalah ini kepada siapa.

Selain diduga menjadi jalur hantaran petir yang mudah mengenai peralatan elektronik, usia tower yang sudah puluhan tahun serta minimnya perawatan menimbulkan kekhawatiran lebih besar --tower dikhawatirkan dapat roboh sewaktu-waktu.

"Seolah-olah tower ini memang tidak bertuan, tapi merugikan warga. Dalam tiga bulan, rumah saya sudah dua kali tersambar petir. Sementara pemilik tower tidak jelas, termasuk ahli waris pemilik lahannya," tambah Riduan.

Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan solusi, agar warga Bukit Senyum tidak terus hidup dalam rasa cemas akibat keberadaan tower yang tak jelas kepemilikannya tersebut. "Kalau warga membongkar sendiri, nanti dianggap merusak atau mencuri. Sebaliknya, kami tidak tahu harus melapor kepada siapa," tutupnya.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan